Jurnal Akhir Zaman

Jurnal Akhir Zaman
End Time News

Blog Archive

Ads 728 x 90

Mohammed Ahmed Hegazy (ex Muslim Mesir) - Perjalanan Terjal Dari Muslim Ke Kristen

Share it:
Ayah mengatakan ingin membunuhku. Untuk menumpahkan darah saya di depan umum. Tapi aku sangat mencintai ayah karena engkau adalah ayah saya dan karena Yesus mengajarkan saya untuk mencintai. “Yesus muncul padaku beberapa kali sewaktu aku membaca Alkitab,” katanya. ‘Ayahku sangat marah ketika mengetahui aku pergi ke gereja dan membaca buku-buku Kristen.’ Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2 Timotius 3:15).

Mohammed Ahmed Hegazy (ex Muslim Mesir). Perjalanan terjal dari Muslim ke Kristen. Shalom, begini kesaksiannya :

Hegazy dibesarkan di Port Said di Terusan Suez di Mesir. Dia menjadi Kristen dari Islam pada tahun 1998 dan mengambil nama Beshoy (Bishoy Armia Boulous) setelah seorang biarawan Mesir Istrinya, Um Hashim Kamel, juga mengubah haluan dari Islam ke Kristen beberapa tahun yang sebelumnya, dan mengubah nama menjadi Christine. Mereka berdua memiliki seorang putri, bernama Miriam yang lahir saat berada di persembunyian.

Hegazy melaporkan bahwa ia memilih menjadi Kristen setelah memulai "bacaan dan studi banding dalam agama-agama" dan ia mengakui bahwa, "tidak konsisten dengan ajaran Islam."

Ia mengklaim bahwa "masalah utama bagi saya adalah cinta. Islam tidak mempunyai cinta sebagaimana yang Kristen punya."

Meskipun kekristenan adalah legal di Mesir, murtad dari Islam, atau meninggalkannya, dapat dihukum dengan hukuman mati menurut interpretasi luas hukum Islam, tetapi sekarang pembunuhan sudah langka dan negara tidak pernah memerintahkan atau melakukan eksekusi.

Secara teoritis, hukum Mesir harus berasal dari hukum Islam, menurut keputusan beberapa dekade yang lalu. Mengkonversi sering dilecehkan oleh polisi, yang dengan menggunakan hukum yang menentang, dianggap "menghina agama" atau "mengganggu ketertiban umum" untuk membenarkan tindakan hukum terhadap mereka. Laporan Hegazy bahwa setelah pertobatannya di-kemukanan, ia ditahan selama tiga hari dan disiksa oleh polisi. Pada tahun 2001, ia menerbitkan sebuah buku puisi kritis mengenai kelakuan pihak keamanan dan ditahan selama tiga bulan karena hasutan, mengganggu ketertiban umum, dan memojokkan posisi presiden dan akhirnya dibebaskan tanpa tuduhan.

Pada tahun 2007, Hegazy menggugat pengadilan Mesir untuk mengubah agamanya dari "Islam" menjadi "Kristen" di kartu identitas nasionalnya. Dia mengatakan ia ingin melakukan hal ini sehingga anaknya bisa terbuka dibesarkan sebagai seorang Kristen, mendapatkan akte kelahiran Kristen dan menikah di gereja. Ia juga menyatakan bahwa ia ingin menjadi preseden yang baik bagi mualaf lain.

Hegazy menimbulkan badai kontroversi ketika foto-foto dirinya berpose didepan wartawan dengan poster dari Perawan Maria diterbitkan dalam surat kabar.

Fatwa telah dikeluarkan oleh ulama Muslim menyerukan kematian Hegazy. Berdasarkan fatwa yang sama, Miriam, putri Hegazy akan dibunuh pada usia 10 jika dia tidak memilih Islam. Hegazy dan istrinya telah memutuskan untuk tetap di Mesir dan pergi ke depan dengan kasus ini, terlepas dari berbagai fatwa yang dikeluarkan terhadap dirinya dan keluarganya.

Dia telah menerima ancaman mati melalui telepon. Dia dan istrinya telah dikucilkan oleh keluarga mereka masing-masing dan sedang dalam persembunyian. Keluarga Christine telah bersumpah untuk membunuhnya karena dia menikahi seorang non-Muslim dan menentang keinginan keluarga.

Keluarga Hegazy adalah sama marah terhadap Hegazy. Dalam sebuah wawancara 2008 menjadi kabar Mesir lokal, ayah Hegazy mengatakan, "Saya akan mencoba untuk berbicara dengan anak saya dan meyakinkan dia untuk kembali ke Islam. Jika dia menolak, saya akan membunuhnya dengan tanganku sendiri."

Tak lama setelah pernyataan ayahnya, Hegazy me-rilis pernyataan ini sebagai respons terhadap pernyataan ayahnya tersebut:

"Saya ingin mengirim pesan kepada ayah saya, saya melihat apa yang ayah katakan di surat kabar. Ayah mengatakan ingin membunuhku. Untuk menumpahkan darah saya di depan umum. Tapi aku sangat mencintai ayah karena engkau adalah ayah saya dan karena Yesus mengajarkan saya untuk mencintai. Aku menerima Yesus Kristus dengan sukarela dan tidak ada yang memaksa saya. Saya memaafkan ayah. Tidak peduli apa keputusan yang ayah buat. Tidak peduli apa yang ayah lakukan. untuk ayah dan ibu, saya katakan Yesus Kristus mati untuk menyelamatkan saya. "

Pengacara-pengacara Islam konservatif mendukung Pemerintah Mesir dalam acara pengadilan seorang Muslim yang ingin beralih memeluk agama Kristen. Murtadin bernama Mohammed Ahmed Hegazy menuntut Pemerintah Mesir ke pengadilan dengan tuduhan melarang dirinya mengganti nama agama Islam di KTP jadi agama Kristen. Tindakannya menghebohkan seluruh negara. Pengacara-pengacara Islam yang berhubungan erat dengan imam radikal Youssef al-Badry menghadiri acara dengar kasus di tanggal 2 Oktober 2007 di Kairo dan secara resmi bergabung membela pihak Pemerintah, demikian dilaporkan Hegazy pada Compass.

Pengacara Hegazy membenarkan bahwa Magdy al-Anany dan setidaknya tiga pengacara Muslim fundamentalis mengajukan diri mendukung Pemerintah. Al-Badry adalah seorang dari beberapa imam di Mesir yang menyatakan pada media nasional Mesir agar Hegazy dibunuh. Hal ini terjadi setelah Hegazy mengumumkan kasusnya di awal bulan Agustus. Islamis radikal ini juga menuntut pengacara Hegazy yang lama, yakni Mamdouh Nakhla, dengan tuduhan menyebabkan perpecahan. Karena kritik dan ancaman mati dari publik, Nakhla menarik kembali kasus Hegazy beberapa hari sebelum diumumkan.

Muslim-muslim fanatik mulai mengganggu Hegazy dan istrinya yang lagi hamil saat itu, yang juga merupakan seorang murtadin. Mereka menerima telpon penuh amarah sehingga keduanya menyembunyikan diri. ‘Hal ini sangatlah sensitif,’ kata pengacara Hegazy yang baru, Rawda Ahmad, kepada Compass melalui penerjemah. ‘Untuk pertamakalinya Muslim beralih ke Kristen ingin mengubah nama agama di KTP nya.’

Meskipun hukum di mesir sepertinya tidak melarang peralihan kepercayaan dari Islam ke Kristen, tapi tidak ada UU yang mengijinkan perubahan nama agama secara resmi. Muslim yang beralih ke Kristen biasanya menyembunyikan identitas diri agar tidak disiksa dan dipaksa balik ke Islam lagi oleh sanak saudaranya sendiri dan polisi.

“Saya sakit hati karena di negaraku sendiri, masyarakat telah jadi begitu radikal sehingga aku tidak berhak murtad,” kata Hegazy pada Compass.

Hegazy dan istrinya yang asalnya bernama Zeinab berharap bahwa anak pertama mereka mempunyai akte kelahiran beragama Kristen. Mereka terpaksa menjalani perkawinan dengan cara Islam, karena status resmi didalam KTP mereka tetap Muslim. Hegazy dan istri tahu bahwa dengan memiliki KTP Kristen, maka anak mereka dapat mengambil mata pelajaran Kristen di sekolah, menikah di gereja, dan terang-terangan menghadiri kebaktian Kristen tanpa takut dijahati. Saat ini, ancaman-ancaman dari fanatik-fanatik Muslim telah memaksa keduanya untuk tetap bersembunyi, dan bahkan Hegazy sendiri jadi tidak bisa datang ke pengadilan untuk mendengarkan kasusnya.

Pasangan murtadin ini mengatakan pada Compass bahwa dia dan istri sehat-sehat saja, tapi frustasi karena dikurung di rumah. “Rasanya seperti dipenjara dan tidak ada jalan ke luar,” katanya. Hegazy berkata bahwa dia tidak percaya polisi tahu di mana dia bersembunyi. Dia berkata pada Compass bahwa polisi telah menahan beberapa murtadin di dua bulan terakhir, mengintrogasi mereka untuk tahu di mana Hegazy bersembunyi. Media Islam mengritik Hegazy di beberapa bulan terakhir, dengan menyatakan dia murtad gara-gara uang, ancaman, dan tekanan luar negeri untuk mengacaukan Mesir.

‘Media pro Pemerintah sangat menyerang Hegazy,’ demikian dikatakan wakil Informasi Hak Azasi Manusia Jaringan Arab (HAMI) hari ini. ‘Hal ini tentunya berakibat buruk pada kasusnya, membuatnya jadi lebih ke keputusan politik.’ Tapi anehnya, pengadilan dengar kasus tidak disorot media Mesir. Acara dengar kasus di distrik Kairo bernama al-Doqi berjalan singkat. Hakim Muhammad Husseini menunda kasus sampai tanggal 13 November, dan ini memberi waktu bagi pengacara baru untuk mengambil alih kasus dari pengacara lama. Ahmad dan Gamal Eid dari HAMI harus punya ijin resmi dari Hegazy untuk mewakili kasusnya atau mengajukan tuntutan baru, demikian dikatakan juru bicara HAMI. Di bulan April, hakim Husseini menolak 45 kasus orang-orang Kristen yang jadi mualaf, tapi lalu balik lagi ke Kristen. Kasus-kasus mereka sekarang masih tertahan di pengadilan. Sejak tahun 2004, beberapa lusin Kristen Koptik yang beralih jadi mualaf telah menang kasus pengadilan sehingga bisa balik lagi memeluk agama Kristen. Tapi Hegazy merupakan Muslim Mesir pertama yang menuntut perubahan hukum.

Diajarkan untuk Membenci Orang-orang Kristen

Dia berkata bahwa dia pertama kali mengambil keputusan untuk jadi Kristen di usia 16 tahun. “Ayahku adalah Muslim KTP, tapi dia benci banget sama orang-orang Kristen dan Yahudi karena dia percaya begitulah yang diajarkan oleh Islam,” kata Hegazy dalam pernyataan di sebuah website. “Sewaktu kecil, aku diajar untuk tidak mengasihi dan tidak menghormati orang-orang Kristen, tapi malah mengancam mereka dengan keras karena Tuhan benci mereka.”

Sebagai remaja, Hegazy masuk sekolah tinggi untuk dilatih menjadi Imam Islam tapi dia tidak suka dengan hukum Islam terhadap wanita dan berbagai hal lainnya. Sewaktu menginjak usia 16 tahun, dia masuk kelas yang memiliki tujuh murid Kristen. Saat itulah dia mulai berpikir serius tentang agama Kristen. “Itulah saat pertama kali aku hidup dekat dengan orang-orang Kristen, dan hidup mereka bagaikan sinar terang bagi diriku,” kata Hegazy. Suatu hari dia meminjam sebuah buku Kristen dari rekan kelasnya dan membaca pertobatan Saulus. Kisahnya membangkitkan minat dalam dirinya untuk mengetahui lebih jauh tentang agama Kristen. Hegazy berkata bahwa dia dengan cepat yakin akan kebenaran Kristen dan ingin memeluk agama tsb.

“Yesus muncul padaku beberapa kali sewaktu aku membaca Alkitab,” jelas Hegazi. ‘Ayahku sangat marah ketika mengetahui aku pergi ke gereja dan membaca buku-buku Kristen.’

Polisi keamanan negara segera menangkapnya dan menyiksanya selama tiga hari. Mereka bahkan menggunakan seorang pendeta Koptik Ortodoks untuk membujuknya kembali ke Islam, tapi usaha itu gagal. Akhirnya dia dikembalikan ke rumahnya, dan ayahnya mengira dia telah kembali jadi Muslim. Hegazy berkata dia terus aktif dengan iman Kristennya, menulis dan menerbitkan puisi-pusinya. Polisi kembali menangkapnya di tahun 2002 dan menahannya selama 10 minggu di kamp konsentrasi di mana dia bertemu para murtadin lainnya.

Konsekuensi Nyata

Hegazy tahu bahwa perjuangannya akan berat. “Aku letakkan keyakinanku dalam Tuhan, dan aku merasa aku harus teguh,” kata Hegazy. “Ini adalah kewajibanku terhadap diriku, keluargaku, semua Muslim yang murtad dan memeluk Kristen, dan semua Kristen.”.

Tapi meskipun ada kemungkinan kasusnya menang di Mesir, hal ini bisa mendatangkan akibat buruk bagi masyarakat Kristen Mesir. Untuk membuat kasus pindah agamanya jadi resmi di mata hukum, maka orang-orang Kristen harus membuat dokumen gereja di pengadilan. Hal ini berbahaya bagi orang-orang Kristen yang membantunya jadi murtad.

“Aku hanya bisa berkata bahwa aku punya dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa aku dan istri telah dibaptis, dan aku bisa menunjukkannya di pengadilan,” katanya. Dia tidak mau memberitahu di gereja mana dia dibaptis dan menunjukkan dokumen tersebut.

Meskipun tidak ada laporan resmi, jumlah Koptik Kristen Mesir mencapai 8 sampai 15% dari populasi Mesir. Jumlah yang murtad ke Kristen tidak diketahui pasti.
2 Korintus 4 : 3 , 4 = (3) - Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, (4) - yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
Matius 24 : (6) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (8) Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (9) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, (10) dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. (14) Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Laporan terakhir :

Dikarenakan sering dikuntit polisi dan main sembunyi membuat Bishoy Armia Boulous (mohammed hegazy) semakin giat untuk membuat dokumentasi film tentang kekerasan yang dialami kristen koptik mesir. Pada saat kandidat yang diusung oleh persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) yang bernama Mohammed Morsi dinonaktifkan (pada bulan Juli 2013) maka membuat pendukungnya tersebut marah sehingga mereka merusak banyak infrastruktur - (seperti yang saudara tahu keadaan Mesir masih memprihatinkan, adanya kerusuhan politik pasca penggulingan pemerintahan mengakibatkan huru hara di seluruh mesir sampai saat ini). Kerusakan ini mencakup ribuan gereja dan bisnis Kristen. Dikarenakan hal ini pemerintah mesir menuntut dan mendakwa Bishoy Armia Boulous (mohammed hegazy) 5 tahun penjara. Meskipun pengadilan Minya sudah membebaskan dirinya (20 juli 2014), tetap saja dirinya dikirim ke Kairo atas tuduhan meninggalkan Islam. Kabar terakhir adalah Bishoy Armia Boulous (mohammed hegazy) mengutarakan kepada pengacaranya bahwa pada saat dipenjara dia sering dipukuli dan menolak permintaan dirinya untuk bisa mendapatkan Alkitab.

Sumber : http://www.prisoneralert.com/241
Video Youtube : Egypt: Formerly Known as Mohamed Hegazy, Sentenced to Five Years in Prison
https://www.youtube.com/watch?v=w1AoQrSgJNI
sahabat-gembala.blogspot.com/2011/01/kesaksian-dan-kisah-nyata-islam-masuk.html
en.wikipedia.org/wiki/Mohammed_Hegazy
http://www.meforum.org/2631/dissident-watch-mohammed-hegazy
http://www.prisoneralert.com/241
http://www.prisoneralert.com/cprofiles/vp_country_63_profile.html?pfilid=241

Link berbagi : http://jurnalakhirzaman.blogspot.co.id/2016/04/mohammed-ahmed-hegazy-ex-muslim-mesir.html

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetapi semangat menjalani kehidupan ini. Selalu mengucap syukur dalam segala hal. Yesus Kristus adalah Jalan yang lurus, Dia juga merupakan Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tetap fokus ikut Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Amen.
Share it:

Islam To Jesus

Post A Comment:

0 comments: