Jurnal Akhir Zaman

Jurnal Akhir Zaman
End Time News

Blog Archive

Ads 728 x 90

Emmanuel Abdullahi Rhema (ex Muslim) - From Imam To Jesus Christ

Share it:
Qur’an adalah buku suci agama Islam, tapi setiap ayat dan kitabnya dapat digunakan untuk guna2 hitam atau putih. Saya katakan demikian karena saya sudah mempelajarinya setelah saya menjadi ahli agama Islam. Yang paling berbahaya adalah kitab Yasin. Ayat2 di kitab ini dapat digunakan untuk menghancurkan kehidupan, untuk melindungi terhadap musuh2 dan untuk mendapat kekayaan. Ketika saya masih jadi muslim, saya membuat jimat2 dengan ayat2 Qur’an, seperti jimat anti guna2, jimat agar disukai, jimat kebal peluru, dan bahkan jimat untuk menghilang waktu berdiri di depan tembok. Saya sedang mencoba membuat jimat untuk menghilang pada saat saya ditangkap Yesus Kristus. 
Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. (Matius 11:28).

Kisah Emmanuel Abdullahi Rhema (ex Muslim). From Imam to Jesus Christ. Shalom, begini ceritanya :

Sebelum Kelahiranku

Ketika ibu mengandung saya sebagai anak yang ketiga, dia sedang berjalan ke pasar dan dia bertemu seseorang yang mengatakan bahwa anak yang dikandungnya akan menjadi seorang Imam (ahli agama Islam). Orang itu salah terka sebab saya kelak akan menjadi pendeta yang menyebarkan kabar baik Yesus Kristus dan bagaimana Ia disalib. Ketika saya lahir, di usia dua tahun saya dimasukkan ke sekolah Islam. Pada usia 9 tahun, saya sudah mempelajari 60 buku-buku Qur’an dan saya memenuhi syarat untuk menjadi ustad atau ahli agama Islam. Pada usia 9 tahun, saya sudah berkhotbah dan mengajar beberapa pelajar, kebanyakan lelaki dan wanita dewasa.

Misteri Qur’an

Qur’an adalah buku suci agama Islam, tapi setiap ayat dan kitabnya dapat digunakan untuk guna2 hitam atau putih. Saya katakan demikian karena saya sudah mempelajarinya setelah saya menjadi ahli agama Islam. Yang paling berbahaya adalah kitab Yasin. Ayat2 di kitab ini dapat digunakan untuk menghancurkan kehidupan, untuk melindungi terhadap musuh2 dan untuk mendapat kekayaan. Ketika saya masih jadi muslim, saya membuat jimat2 dengan ayat2 Qur’an, seperti jimat anti guna2, jimat agar disukai, jimat kebal peluru, dan bahkan jimat untuk menghilang waktu berdiri di depan tembok. Saya sedang mencoba membuat jimat untuk menghilang pada saat saya ditangkap Yesus Kristus.

Saya pribadi membantu banyak orang membuat jimat2 dengan menggunakan ayat2 dan kitab2 Qur’an. Ironisnya, jimat2 tidak tahan lama dan biasanya malah tidak ampuh pada saat sangat diperlukan. Hanya harapan pada Yesus Kristus saja yang tidak pernah gagal sebab orang yang percaya padaNya tidak akan kecewa atau dipermalukan. Dialah harapan yang pasti dan pertolongan yang tepat waktu di saat diperlukan.

Terorisme

Setiap anak yang lahir di lingkungan Islam fanatik dicuci otaknya dan dicekoki ajaran2 yang membenci orang Kristen dan orang kulit putih sebagai musuh mereka dan musuh Tuhan. Anak2 Muslim dari kecil tumbuh dengan penuh kebencian terhadap orang Kristen. Di dunia Muslim dipercayai bahwa jika seorang Muslim membunuh seorang Kristen, dia akan menerima upah dari Allah dan jika dia terbunuh maka dia akan pergi ke surga dan diberi tujuh istri yang masih perawan. Karena pengetahuan ini, setiap Muslim jadi siap mati untuk Islam, ini adalah alasan di balik pembom bunuh diri. Mereka menyebut tindakan ini sebagai Jihad, artinya perang suci.

Saya diracuni dengan kebencian terhadap orang Kristen sejak saya kecil, terutama terhadap pendeta dan orang kulit putih. Kami tidak menganggap mereka sebagai manusia tapi kami melihatnya sebagai musuh Allah. Dengan kebencian ini di dalam hati, kami melakukan banyak keonaran pada mereka. Jika mereka bereaksi terhadap rencana kami, kami lalu membakar gereja2 dan rumah2 mereka. Saya beruntung belum pernah membunuh orang Kristen, tapi kawan saya melakukannya setiap saat dengan senang hati. Pembunuhan terhadap orang Kristen di Nigeria Utara terus-menerus berlangsung karena kami melihatnya sebagai melakukan tugas Allah. Ini adalah semangat tanpa pengetahuan.

Peralihanku

Pada usia 15 tahun, kami membakar dan membunuhi banyak orang Kristen. Setelah melakukan semuanya, saya merasa tidak puas. Sepertinya ada yang kurang dalam hidup saya tapi saya tidak dapat menjelaskan apa itu. Di lubuk hati saya bertanya jika saya mati sekarang, ke mana saya pergi? Saya merasa begitu bingung dan mulai berkata pada diri sendiri jika saya jadi orang Kristen dan pada akhirnya Islam adalah jalan ke surga, apakah yang akan saya lakukan? Saya benar2 bingung dan sangat membutuhkan bantuan dari Tuhan. Dalam hati saya mengakui bahwa orang Kristen itu tidak bersalah dan sabar. Mereka tidak membalas meskipun diperlakukan begitu jelek oleh kami. Saya kemudian menyimpulkan bahwa Yesus tentunya jalan ke surga. Tapi dengan singkat, saya kembali ke pendirian saya semula bahwa Islamlah jalan menuju Tuhan.

Suatu hari, kami sedang membuat jimat untuk menghilang dengan kawan saya bernama Charles yang dulunya Kristen tapi beralih ke Islam. Bagi kami, perpindahan agama ini amatlah menyenangkan. Inilah yang biasanya kami lakukan jika kami berjumpa dengan orang Kristen. Kami mencoba merubah agama mereka dan banyak yang beralih agama, termasuk para pendeta, karena iming2 duit.

Waktu kami sedang membuat jimat, beberapa penyebar Injil datang pada kami dan berkhotbah firman Tuhan pada kami. Kata2 yang ke luar dari mulut mereka bagaikan pedang. Kata2 itu betul2 menembus hati saya. Di akhir khotbah, mereka membawa kami untuk mengenal Yesus karena kami tidak dapat menolak kekuatan Tuhan dalam diri mereka. Tapi ketika mereka menanyakan nama dan alamat saya, saya beri informasi palsu. Tapi Tuhan terus mengikuti jejak saya.

Pengalaman supernatural

Setelah para penginjil itu mendoakan kami, saya bimbang akan dua pilihan. Malam itu, saya mendapat penglihatan rohani. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya melihat Tuhan berkhotbah dengan megaphone di jalan. Saya melihat orang2 yang belum lahir kembali terdorong oleh kekuatan supernatural untuk mengikuti Dia, tapi pengaruh supernatural ini tidak tampak bagi umat Tuhan yang sudah lahir baru. Saya adalah satu dari antara orang2 yang terdorong untuk mengikuti Dia dan kami dibawa ke padang yang sangat luas. Tuhan dalam bentuk manusia itu berkata pada kami bahwa orang2 yang ingin lahir kembali harus menunggu dan bagi yang belum siap hendaknya pergi saja. Lalu banyak orang2 pergi, tapi beberapa termasuk saya tinggal. Tiba2 saya mendengar suara halilintar. Saya takut dan saya melihat Yesus berdiri di atas batu dan berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:28-30).

Di hari kemudian, saya membaca kalimat ini di Alkitab. Setelah penglihatan ini, saya bangun dari tidur dan setelah itu saya memberikan hidup saya untuk Tuhan Yesus.

Penindasan

Di lingkungan Muslim, jika ada seorang Muslim yang beralih agama, ia secara otomatis sudah menjadi musuh Tuhan. Islam menganjurkan orang Muslim untuk membunuh orang yang pindah agama, dengan janji mereka akan mendapat upah di surga. Karena alasan ini, ayah saya dan beberapa ketua Muslim mengumumkan dan menetapkan bahwa saya harus dibunuh. Banyak usaha mereka lakukan untuk membunuhku tapi Tuhan meluputkan saya dari semua usaha itu. Setelah saya beralih agama, saya berhenti berkhotbah pada saat teman2 saya berlatih. Saya dulu suka berjalan dengan gagah ke mesjid. Tapi semua tidak saya lakukan lagi. Bahkan saya menjauhkan diri dari mereka. Semua ini saya lakukan tanpa memperlihatkan kepercayaan saya yang baru dengan alasan takut ketahuan. Tapi tak lama kemudian, mereka mengetahuinya dan berita ini menyebar bagaikan api di semak kering karena status terhormat saya sebagai ahli agama Islam termuda.

Di suatu malam ketika saya tidur, sekelompok orang Muslim dikirim untuk membunuh saya. Mereka menculik saya ke sebuah rumah bertingkat di mana kawan2 mereka sudah menunggu saya di kegelapan. Di dalam ruangan itu pintu ditutup dengan balok kayu dan saya dipukuli dari berbagai arah. Di saat tertentu saya benar-benar sudah tidak bisa bernafas lagi. Tapi kemudian saya dengar suara yang menyuruh saya mendekat ke pintu. Saya turuti pesan suara itu dan tiba-tiba saya sudah berada di luar rumah. Ini bukan hasil kerja jimat2 saya karena semua jimat2ku sudah kubakar melalui kegiatan pelepasan roh jahat yang dilakukan oleh seorang pendeta. Lagipula jimat2 itu tidak bisa memindahkan seseorang ke luar ruangan, dan hanya bisa membuat orang yang berdiri di tempat yang sama menghilang (raib). Yang terjadi pada saya benar-benar kerja tangan Tuhan.

Begitu para penyerangku ke luar dan melihat saya, mereka mengejarku sambil berteriak, “Maling, maling!!” Di bagian utara Nigeria, orang2 akan membunuh maling yang ketangkap basah. Karena para penyerangku sudah bertekad hendak membunuhku, merekapun tidak peduli andaikata saya dikeroyok massa hingga mati. Orang banyak mengeroyok saya, melempari batu, dan memukuli saya dengan kayu dan besi dari segala penjuru. Rasa sakit yang saya derita luar biasa sampai saya tidak bisa lari lagi dan akhirnya jatuh. Saya sangka ini adalah akhir hidupku. Saya mengambil keputusan untuk tidak menyerah. Kalaupun saya mati, biarlah saya mati di dalam Tuhan dan andaikata saya hidup, biarlah saya hidup di dalam Dia. Saya berdoa,”Bapa, jangan biarkan mereka menanggung dosa mereka, ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Seketika setelah saya selesai berdoa, saya mendengar suara, “Anakku, bangunlah.” Saya berdiri dan saya merasakan sendiri berlari dengan kecepatan cahaya meninggalkan jauh para pengeroyok saya, tetapi saya tidak merasakan kaki saya mengijak bumi. Rasanya seperti menggunakan kaki Roh Kudus. Saya berlari ke gedung yang baru dibangun dan berpagar di sekelilingnya. Pada saat saya berusaha memanjat pagar, suatu kekuatan mengangkat saya. Sebelum saya menyadari apa yang terjadi, saya sudah berada di bagian lain gedung itu. Sungguh suatu hal yang di luar imajinasi saya.

Pada saat itu saya berusia 16 tahun. Saya terpaksa berhenti sekolah selama setahun karena orang2 itu terus mencari dan berusaha membunuh saya, sampai ke sekolah sekalipun. Bahkan para ketua gerejaku pun ketakutan atas ancaman orang Muslim yang akan membakar gereja kalau melindungiku. Banyak yang berusaha mengubah keputusan saya, termasuk beberapa pastor. Mereka menghasut saya untuk kembali memeluk Islam mumpung saya masih muda. Mereka bilang kalau saya sudah dewasa nanti, saya bisa kembali kepada Tuhan. Saya berkata pada mereka bahwa saya telah menyerahkan diri kepada Kristus dan tidak mau balik lagi. Karena nyawa saya terancam, saya harus menyembunyikan diri di gunung. Tiada yang berani memberi inapan buat saya karena ancaman orang Muslim. Saya tinggal di gunung sendirian selama 6 bulan. Banyak ular, kalajengking, dan berbagai binatang melata.

Suatu waktu pada saat saya tidur, seekor ular memanjat badan saya dan berlalu. Saya terjaga dan melihatnya pergi. Saya tidak takut sebab Alkitab berkata di Markus 16:18 bahwa orang percaya akan memegang ular dan tidak mati. Suatu waktu saya meninggalkan gunung. Saya pulang dari gereja jam 8 malam dan 50 orang pemuda mengejar saya dengan cepat. Saya mampu menghindari mereka tetapi seseorang berhasil menyusul dan berusaha menusuk kepala saya dengan pisau. Saya bisa menghindari tusukan. Satu tusukan lagi diarahkan ke dada, saya tangkis dengan kaki, tapi kaki saya tertusuk pisau. Ketika saya masuk rumah sakit, sebagian daging saya diperiksa oleh dokter dan dibawa ke laboratorium. Dokter bilang pisaunya beracun. Saya menderita sakit untuk beberapa lama, tapi akhirnya sembuh secara ajaib. Sampai sekarang bekas tusukan itu masih nampak.

Di lain waktu, ketika saya sedang pergi membeli obat ke apotek, sekitar 20 pemuda Muslim menyerang saya dan meminta Alkitabku. Saya bilang saya tidak bawa Alkitab. Beberapa orang berkata,”Tusuk dia!”, tapi yang lain bilang jangan, sehingga akhirnya saya diperkenankan pergi. Ketika saya berada dalam apotek, sebuah suara mengatakan padaku untuk mengambil jalan ke luar lain dan saya turuti. Di kemudian hari saya mendengar bahwa para pemuda itu berusaha untuk membunuh saya lagi. Mereka masuk apotek tersebut dan bertanya kepada apoteker di mana saya. Ketika tidak mendapatkan saya, mereka menggoreskan tanda salib dengan pisau di badan apoteker itu dan memukulinya sampai setengah mati. Untunglah ada orang Samaria yang baik hati yang menolongnya ke rumah sakit.

Di lain waktu, seorang ulama Muslim terkenal yang dulu merupakan pembimbingku dikirim orang untuk memantau gerak-gerikku. Dia sangat tidak senang atas perubahan imanku. Tiga orang kirimannya menculik dan memasukkan saya ke dalam bagasi mobil mereka. Saya dibawa ke dalam rumah besar mereka. Saya diberi waktu tiga hari untuk beralih kepercayaan atau menghadapi konsekuensinya. Saya gunakan waktu tiga hari itu untuk berkhotbah pada pengawal penjara yang kemudian bertobat dan membuka pintu penjara. Kami berdua melarikan diri karena mengetahui bahwa nasibnya juga dalam bahaya setelah menerima penjelasan illahi dari saya.

Tiga bulan setelah kejadian itu, saya sekali lagi diculik oleh sekelompok pemuda Muslim di sekolah. Mereka mengelabui saya dan memasukkan saya kembali ke penjara. Kembali saya berkhotbah pada penjaga penjara yang juga kemudian membuka pintu penjara dan bersama saya melarikan diri. Ini adalah pengalaman saya melarikan diri dari penculikan dan penguruan dalam penjara yang semuanya dirancang oleh ahli Islam terkemuka yang sekarang sudah meninggal dunia.

Suatu hari saya berada di hutan yang dekat dengan rumah saya. Seorang Muslim menembak saya dengan senjata api. Pelurunya menerjang dadaku dan jatuh ke tanah tanpa melukaiku. Ketika saya melihat ke depan, orang itu sudah siap menembak lagi. Matanya tampak hijau sepertinya ada roh pembunuh dalam dirinya. Dia bertekad untuk membunuh saya.

Seorang dokter Muslim yang terkemuka berkata padaku bahwa saya main2 dengan mereka. Dia berjanji bahwa dia akan menggunakan kepala saya sebagai jimat untuk orang2. Setelah beberapa bulan, kulitnya berubah jadi gelap, semakin gelap, dan akhirnya dia mati.

Ayahku sendiri mencoba membunuh saya dengan tombak besi yang tajam, tapi Tuhan dengan ajaib mengelakkan saya.

Pada bulan February 2002, terjadi pembunuhan orang Kristen di bagian Utara Nigeria di Kaduna, propinsi saya. Sekitar 5.000 orang Kirsten dibunuh. Rumah2 orang Kristen dibakar habis. Pada saat itu saya sudah menjadi pengkhotbah terkenal di propinsi saya. Saya diarah untuk dibunuh, tetapi mereka tidak bisa menyentuhku. Mereka datang beberapa kali ke rumah saya, tapi Tuhan tidak memungkinkan mereka membunuhku. Suatu saat mereka hampir saja membunuh kakak lakiku karena mirip dengan saya. Meskipun kakakku Muslim, diapun harus melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Tempat beribadah saya dibakar, termasuk rumah wanita yang memberi kami tempat beribadah. Semua perlengkapan kami dihancurkan. Pada waktu saya menyadari bahwa saya tidak bisa tinggal lagi di bagian Utara Nigeria karena alasan keamanan, saya pindah ke bagian Selatan di mana saya saat ini sedang melayani Tuhan.

Sumber :
http://www.siaranalhayat.com/2009/12/19/emmanuel-abdullahi-rhema/
http://emmanuelarhemaglobaloutreach.org/outreach.php

Panggilan saya untuk memberitakan Injil

Saya punya tugas Illahi untuk menyebarkan Injil di dunia, terutama di dunia Muslim. Karena itu saya butuh dukungan dari kalian kawan seiman dalam bentuk apapun. Tahun lalu, Tuhan berkata pada saya dengan suara yang sangat jelas bahwa dia mengaruniai saya kemampuan penyembuhan. Tapi saya tidak terlalu tahu bagaimana menggunakannya sampai Tuhan mengirim Brother William (dari Elijah’s Challenge) ke propinsi Enugu di Nigeria. Bahkan sebelum pertemuan ini, Tuhan sudah menghubungkan saya dengan dia melalui websitenya untuk bertanya apakah ada orang di Nigeria yang bisa melatih saya melakukan penyembuhan Illahi. Beliau lalu mengundang saya ke Enugu di mana Tuhan memberitahukan pada saya prinsip2 utama dan pelaksanaan penyembuhan Illahi pada orang sakit. Hari ini saya bisa berkata bahwa Tuhan sudah memenuhi janjinya melalui pertemuan saya dengan Brother William karena saya sendiri sekarang melihat bagaimana orang-orang seketika sembuh di tempat kebaktianku. Dengan izin Tuhan, di tahun 2005 kami akan terus mendemonstrasikan tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan penyebuhan-penyembuhan Illahi ke berbagai tempat.
---- Demikian Emmanuel mengakhiri kesaksiannya.

Evangelist Emmanuel
Delta State, Nigeria, Afrika Barat.

Salam kompak dan tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus memberkati dan selalu menguatkan setiap perjuangan Iman kita semua. Amen.
Share it:

Islam To Jesus

Post A Comment:

0 comments: